Oscar Bruzon tidak menganggap absennya Dimitar Mitkov sebagai keuntungan otomatis bagi Bhayangkara Presisi Lampung FC. Pelatih asal Spanyol itu memilih melihat kekuatan Madura United secara menyeluruh, bukan bertumpu pada ketersediaan satu pemain. Kedua tim dijadwalkan bertemu di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan, Pamekasan, pada Jumat, 16 Oktober 2026.
Madura United menghadapi pertandingan tersebut setelah Mitkov menerima kartu merah dalam laga sebelumnya. Penyerang berusia 27 tahun itu mencatat empat gol dan satu assist dalam tiga pertandingan awalnya bersama klub, sehingga absennya menjadi perhatian. Namun, Bruzon menilai tim lawan tetap punya pemain lain yang dapat mengisi peran di lini depan, termasuk Balotelli.
Persiapan harus berfokus pada tim lawan
Dalam persiapan pertandingan, mengandalkan absennya satu pemain bisa menjadi jebakan. Pelatih perlu mengantisipasi pola serangan, kualitas pemain pengganti, dan cara lawan mengubah pendekatan. Ketika satu penyerang tidak tersedia, tim bisa memilih pemain dengan karakter berbeda atau mengalihkan sumber ancaman ke sisi lapangan maupun lini kedua.
Itulah alasan Bruzon menekankan solusi ketimbang menghitung siapa yang tidak bisa bermain. Bagi Bhayangkara, pekerjaan utamanya adalah memahami bagaimana Madura United membangun serangan, kapan mereka mencoba menekan, dan bagaimana menghindari kesalahan yang dapat membuka ruang bagi pemain lain. Persiapan menyeluruh lebih berguna daripada berasumsi lawan akan melemah.
Misi memperbaiki posisi klasemen
Bhayangkara datang dengan ambisi meraih tiga poin. Dalam laporan sebelum pertandingan, tim telah mengumpulkan enam poin dari empat laga, hasil satu kemenangan dan tiga imbang, yang menempatkan mereka di posisi ke-10 klasemen sementara. Hasil maksimal di Pamekasan akan membantu memperbaiki posisi dan memberi penghargaan atas permainan yang dibangun sejak awal musim.
Namun, Madura United bukan lawan yang bisa dianggap ringan. Klub tersebut membuka kompetisi dengan tiga kemenangan beruntun sebelum mengalami kekalahan dari Persik Kediri. Hasil itu bisa membuat mereka bertekad kembali ke jalur kemenangan di hadapan pendukung sendiri. Bhayangkara harus siap menghadapi tim yang punya motivasi kuat merespons hasil buruk.
Disiplin menjadi kunci laga tandang
Untuk mendapatkan hasil positif, Bhayangkara perlu menjaga jarak antarlini dan menghindari pelanggaran yang tidak perlu di area berbahaya. Ketika mendapatkan bola, mereka perlu memanfaatkan ruang dengan cepat tetapi tetap memilih umpan secara cermat. Serangan yang tidak terorganisasi bisa membuat tim mudah kehilangan penguasaan dan kembali ditekan.
Ketika penyerang utama absen, tim lawan bisa mengubah cara menyerang: lebih sering mengirim bola ke sayap, mendorong gelandang masuk ke kotak penalti, atau mengandalkan bola mati. Bhayangkara perlu membaca kemungkinan tersebut tanpa terlalu fokus pada satu nama. Persiapan yang menyeluruh membuat tim lebih siap menghadapi perubahan taktik.
Sumber fakta: laporan resmi Bhayangkara Presisi Lampung FC, 15 Oktober 2026. Artikel disusun ulang dengan sudut pandang taktik.



